karimunjawa

 Paguyuban Home Stay
Semula Empat
Kini 14 Anggota

KEBERADAAN penginapan di tempat tujuan wisata merupakan sesuatu yang dinilai penting, terlebih tempat wisata tersebut jauh dari hiburan. Begitu juga tempat penginapan di Karimunjawa, secara tidak langsung berperan sangat penting bagi wisatawan domestik atau mancanegara.
Penginapan di tempat wisata Pulau Karimunjawa yang biasa disebut home stay sudah sangat akrab di telinga para pendatang. Home stay saat ini berjumlah 14 tempat yang siap untuk menampung dan menyambut para tamu.
Perkumpulan penginapan di Karimunjawa yang berdiri tahun 2001 dengan jumlah anggota 9 orang dengan menggunakan nama “Paguyuban Homestay Karimunjawa Asri”. Namun seiring berkembangnya waktu, bertambah menjadi 14 orang atau tempat penginapan.
Abdul Azis yang menjadi ketua paguyuban bercerita sejarah berdirinya paguyuban dan home stay di Pulau Karimunjawa. Berawal tahun 1986, setiap ada tamu yang berkunjung di tempat wisata tersebut, baik dari pemerintah maupun wisatawan selalu menginap di tempat Kepala Desa.
Dengan pendangan semacam itu, Azis beserta rekan yang lain, H Fuad, Abdul Muin, (alm) Kholik, mencoba memberanikan diri menawarkan tempat tinggalnya untuk dijadikan penginapan. Pada saat itu masih bersifat sosial, tidak menggunakan harga standar diberi oleh tamu berapapun diterima oleh mereka. “Dulu, tamu yang menginap kebanyakan bekerja sebagai pedagang sayur, dan para buruh yang mengadu nasib di Karimunjawa,” kenang Azis.
Seiring berkembangnya Karimunjawa menjadi daerah tujuan wisata dan merupakan aset andalan Kabupaten Jepara, kemudian pada tahun 2003 muncul home stay-home stay baru. Dan berdasarkan masukan dari berbagai pihak, akhirnya dirembug untuk dibentuk paguyuban home stay di Karimunjawa.
Dalam perkembangannya, harga untuk kamar yang disewakan mulai disatndarkan sesuai dengan kesepakatan. Untuk harga rata-rata per kamar Rp 50.000-Rp 60.000, tergantung dari fasilitas masing-masing home stay dan untuk setiap penginapan memberikasn fasilitas makan. Setiap kali makan dikenakan biaya Rp 20.000. “Fasilitas yang diberikan tiap penginapan berbeda-beda, namun untuk pealyanan memang sudah distandarkan sesuai kesepakatan tiap anggota,” kata Abdul Azis ketua paguyuban tersebut.
Menjadi anggota paguyuban tersebut, Azis memaparkan tidak ada persyaratan yang khusus atau njlimet. Terpenting, warga Karimunjawa mempunyai rumah yang bisa dijadikan tempat penginapan dan yang mempunyai niat memajukan Karimunjawa serta berperan aktif dalam pengembangan tempat wisata tersebut.
Dia juga pernah mendapat masukan dari para pengunjung, yakni untuk hiburan atau atraksi-atraksi selain pemandangan bawah lautnya, Karimunjawa masih sangat kurang. ” Setiap ada wisatawan selalu menanyakan hiburan selain menyelam dan keindahan karang. Misal saja setelah dari laut pulang sore, para tamu tersebut masuk penginapan dan setelah itu tidak ada hiburan lainnya,'” ungkapnya.
Untuk mengatasi hal tersebut, pihaknya juga memberikan kebebasan bagi pengelola home stay dengan memberikan pelayanan yang ekstra. Yakni berupa hiburan solo organ, atau beberapa hiburan yang lainnya, tetapi itu masih dengan catatan. Jika tamu yang menginap banyak. “Tamu yang menginap cuma 4 sampai 5 orang, kalau menyewa solo organ kami yang rugi. Namun jika tamu banyak bisa menyewa hiburan. Itu semua terserah para pengelola dalam memberikan servis ke tamu,” cerita pria berkumis  tersebut.
Selain itu, paguyuban akan memberikan teguran kepada para anggotanya jika menyalahi ketentuan yang sudah ditetapkan. Disinggung mengenai adanya kecemburuan diantara anggotanya utnuk jumlah tamu yang menginap, dia menandaskan bahwa tamu mempunyai hak untuk memilih penginapan, kecuali jika ada tamu yang berjumlah besar, pihaknya akan mendistribusikan ke tempat penginapan secara adil. (Budi Cahyono)

Iklan

One Response to “karimunjawa”

  1. saya berniat ingin diving ke karimunjawa tapi kurang begitu paham dengan jadwal kapal yang dari semarang dan tujuan atau penginapan yang ada, mohon penjelasannya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: