Konversi Minyak Tanah ke Elpiji

Perlu Sosialisasi Menyeluruh
— Konversi Minyak Tanah ke Elpiji

Oleh Budi Cahyono

TIDAK hanya para nelayan di Kabupaten Jepara yang kelimpungan akibat langka dan mahalnya minyak tanah. Namun, ibu-ibu rumah tangga serta sebagian besar anggota masyarakat yang masih menggunakan minyak tanah juga turut merasakannya.
Harga minyak tanah yang berubah-ubah setiap waktu membuat masyarakat ketar-ketir. Belum lagi ditambah permasalahan jika minyak tanah sekarang sulit didapat.
Untuk memperoleh lima liter minyak tanah, warga harus rela antre di pangkalan minyak tanah. Bahkan, ada yang menginapkan jerigen-jerigennya di pangkalan.
“Sudah dua hari ini jerigen-jerigen ditinggal pemiliknya untuk mendapatkan minyak tanah. Setiap jerigen kami isi lima liter dengan harga Rp 2.800/liter,” ucap Aminah, warga RT 5 RW 2, Desa Jobokuto, Kecamatan Jepara.
Berkurang
Hampir dua bulan ini pasokan minyak tanah di pangkalannya mulai berkurang. Biasanya setiap hari mendapatkan pasokan tetapi ini hanya hari-hari tertentu, seperti Senin, Rabu, Jumat, dan Sabtu.
Khusus untuk Sabtu, terkadang tidak ada pasokan minyak tanah. “Setiap kali pasokan sebanyak lima drum yang berkapasitas per drum 200 liter. Namun hari itu juga langsung habis, karena warga sudah mengantre,” tuturnya.
Pasokan yang dijadwal tersebut juga diamini pangkalan minyak tanah di daerah lain. Sutini (50) yang membuka pangkalannya di Bulu, Kecamatan Jepara, mengungkapkan, tempat usahanya mendapatkan pasokan sepekan tiga kali.
Upaya pemerintah yang akan menerbitkan kartu kendali dinilainya harus memerlukan sosialisasi mendalam serta konversi ke elpiji perlu dikaji lagi.
“Saya tidak setuju jika diganti ke gas elpiji, itu memberatkan masyarakat miskin. Saat ini saja mencari minyak tanah sulit, apalagi nanti kalau diganti elpiji. Saat ini warga saja mengantre hampir dua jam untuk lima liter minyak,” tegasnya.
Menurut Koordinator Balai Pengaduan Masyarakat (BPM) DPC PPP Kabupaten Jepara Achmad Riva’i, mengubah cara pandang masyarakat untuk beralih ke elpiji perlu sosialisasi yang lebih berkesinambungan, tidak bisa asal-asalan.
“Secara psikologis masyarakat sekarang belum siap jika ada konversi karena sudah bertahun-tahun menggunakan minyak tanah. Sosialisasi lebih baik diarahkan bagaimana mengubah cara pandang masyarakat agar bisa menerima konversi tersebut,” tegas Riva’i yang juga wakil sekretaris DPC PPP Jepara itu, Rabu (16/4).
Riva’i menandaskan, jika memang sudah siap konversi, setidaknya jaminan dari pemerintah untuk mendapatkan pasokan gas elpiji lebih mudah, tidak seperti minyak tanah yang harus antre saat ini.
Pemerintah juga harus mengontrol harga agar masyarakat tidak lagi terbebani harga yang lebih mahal karena tujuan konversi ke gas ini meringankan beban masyarakat.
“Logikanya, rata-rata per hari rumah tangga menghabiskan satu liter minyak tanah dengan HET saat ini Rp 2.600. Namun, kalau menggunakan gas berkisar Rp 1.600 per hari sehingga bisa menghemat Rp 1.000,” ungkapnya.
Beberapa waktu lalu, Bupati Hendro Martojo mengatakan, konversi minyak tanah ke gas yang sudah dilakukan di sebagian besar kota besar belum berimbas di Kabupaten Jepara.
Langkah tersebut belum dilakukan Pemkab untuk pemberian bantuan dengan membagikan kompor dan tabung gas 3 kg ke masyarakat miskin, belum bisa dilaksanakan di Jepara.
“Setidaknya hingga akhir 2008 ini konversi belum dilakukan. Berapa jumlah jatah konversi pun belum diperoleh,” ucap Bupati.
Lebih lanjut Hendro mengungkapkan, jikalau ada pembagian kompor dan tabung gas 3 kg dipastikan konversi tersebut diperuntukkan bagi keluarga miskin.
Terkait dengan meningkatnya kebutuhan minyak tanah di masyarakat, banyak pengguna minyak tanah terutama nelayan yang semula menggunakan bahan bakar ireks (campuran minyak tanah dengan solar), sekarang sudah murni menggunakan minyak tanah.
”Hal ini menjadi pos tambahan kebutuhan minyak tanah yang sudah dimintakan alokasi tambahan kepada Pertamina,” ucap Hendro.

ANTRE JERIGEN: Sejumlah jerigen sudah dua hari ini ditinggal pemiliknya untuk mendapatkan lima liter minyak tanah di sebuah pangkalan minyak tanah di Jobokuto, Kecamatan Jepara, Rabu (16/4).

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: