Nyanyian Jiwa Warga Balong Tolak PLTN

Oleh Budi Cahyono

Pembangkit listrik tanpa nurani/
Tersaji bongkahan khayal menggumpal/
Membentuk jaring-jaring aroganitas/
Sesatkan moral/

SM/Budi Cahyono
AKSI TEATRIKAL: Pelaku seni Jepara berkolaborasi dengan warga dan Koalisi Rakyat dan Mahasiswa Tolak PLTN (Kraton) dalam memperingati Tragedi Chernobyl di perlimaan Desa Balong, Kecamatan Kembang, Jumat (25/4) malam.

WARGA Balong, Kecamatan Kembang tidak akan pernah berhenti menggelorakan penolakan rencana pembangunan PLTN di desa mereka. Aksi kali kesekian itu digelar di sebuah panggung beralaskan aspal jalan beratapkan bintang-bintang gemerlap dan bercahayakan 1.000 lilin.
Tidak kurang dari 3.000 warga larut dalam pergelaran teatrikal yang didukung seniman Jepara itu. Warga dengan suara lantang dan bulat menyuarakan “Tolak PLTN”. Itulah pekik nyaring yang menggema di tengah keheningan malam.
Seperti cukilan bait puisi di atas yang dibawakan Didid Endro yang bertitelkan “PLTN”, juga berisikan penolakan pembangunan PLTN.
Pengamen jalanan Jepara pun ituk ambil bagian dalam aksi yang bertajuk pergelaran “1.000 Lilin Memperingati Tragedi Chernobyl” berkolaborasi dnegan pelaku seni Jepara, warga Balong, dan Koalisi Rakyat dan Mahasiswa Tolak PLTN (Kraton)
Beralatkan tiga gitar akustik, kendang, harmonika dengan mikrofon sebagai pengeras, sangat sederhana memang. Namun, suara mereka tak sesederhana lagu yang mereka bawakan.
Dengan ikhlas para pengamen itu membawakan tiga lagu, yaitu “Alamku”, “Bunga Bangkai”, dan “Tenang Seperti Malam”.
Lagu terakhir diikuti kor warga dengan penuh antusias sambil bertepuk tangan. Nyanyian jiwa warga Balong memecah keheningan malam. Mereka berdoa agar didengar Tuhan Mahakuasa sehingga rencana pembangunan PLTN di Semenanjung Muria dibatalkan.
Warga rela klesotan beralaskan tikar mendengar kalimat-kalimat bijak yang diberikan Habib Ahmad Al Hamid. Petuah bijak dari Habib Ahmad dengan khidmat didengarkan ribuan warga.
Petuah-petuah itu mengajak warga Jepara untuk menolak pembangunan PLTN, termasuk juga sikap Bupati Hendro Martojo untuk tegas dalam penolakan PLTN.
“Beberapa waktu lalu saya ketemu Pak Bupati untuk menolak PLTN. Akan tetapi jawaban Pak Hendro apa? Itu tergantung pada atasan saya,” ucap Habib Ahmad di tengah ribuan warga.
Energi Lain
Selain PLTN, lanjut dia, masih banyak energi lain termasuk angin, air, dan matahari. Manusia diberi akal untuk mengolah sumber daya alam untuk dimanfaatkan menjadi energi bukan malah sebaliknya merusak dan membahayakan warga.
”PLTN itu bahaya kanggo awake dhewe. Luwih becik, bapak-bapak sing pinter kae programake kanggo berantas korupsi, ora malah mbodohi rakyate,” tegasnya disambut riuh warga Balong.
Kehadiran Habib Ahmad menjadi pemuncak acara peringatan Tragedi Chernobyl. Sebelumnya para seniman menggelar panggung teatrikal yang menceritakan bahayanya radiasi nuklir jika PLTN meledak.
Tidak hanya menewaskan ratusan ribu warga, tetapi juga membahayakan generasi yang akan datang. Gelaran seni itu mengolaborasikan unsur musik, puisi, salawat, dan yang terpenting tujuan utama penolakan PLTN tetap mengena di masyarakat.
Ya,apa pun itu bentuknya ekspresi, entah aksi demo, jalan kaki, tearikal, warga Balong tetap menyerukan dengan tegas “Tolak PLTN” dan tetap mematri di hati sanubari masing-masing untuk terus menyanyikan jiwanya, tolak PLTN.
Note:
Tragedi Chernobyl itu terjadi 26 April 1986. Penduduk Kiev, Ukraina dikejutkan sebuah ledakan besar. Ledakan ini memuntahkan potongan inti reaktor hingga 1.500 meter ke langit dan menyebarkan awan beracun ke 70% daratan Eropa. Ledakan itu diperkirakan 200 kali radiasi bom atom Hiroshima dan Nagasaki.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: