Karang di Pulau Panjang Terancam Rusak

PAPAN IMBAUAN: Sebuah papan imbauan untuk tidak merusak karang sudah terpampang di objek wisata Pulau Panjang. Namun, tangan-tangan jahil tidak mengindahkannya.

SM/Budi Cahyono

CUACA yang panas tidak menyurutkan para pelancong dari berbagai daerah untuk mengunjungi keindahan pasir putih nan elok di objek wisata Pulau Panjang, Minggu (4/5).
Pulau ini terletak hanya 15 menit dari Pantai Kartini dan Pantai Bandengan. Dengan membayar Rp 10.000 menaiki perahu Sapta Pesona atau Wisata Bahari, para pengunjung bisa puas dengan mandi laut di Pulau Panjang.
Pulau Panjang hanyalah seluas tujuh hektare. Di dalamnya dipenuhi pohon-pohon liar. Namun beberapa waktu terakhir ini, keindahan pulau kecil itu mulai terusik tangan-tangan jahil.
Karang-karang yang indah dengan balutan air laut nan bersih terancam tinggal kenangan.
Pada saat malam tiba, nelayan-nelayan dari luar perairan Jepara menjarah dan merusak karang-karang di Pulau Panjang.
Padahal pengambilan karang-karang ini jelas-jelas dilarang dan tidak diperkenankan, karena bisa merusak biota laut dan keindahan alamnya.
Luar Jepara
Karang-karang ini diambil nelayan dari Luar Jepara. Jika ada perahu nelayan yang mendekat, kelompok penjarah itu tidak segan-segan mengancam.
Seperti kejadian beberapa waktu lalu, saat seorang nelayan Jepara, Suprat (47), melaporkan kejadian pencungkilan karang kepada Polair yang sedang piket.
Tidak membutuhkan waktu lama, polisi langsung menyisir Pulau Panjang. Namun usaha polisi sia-sia, para penjarah sudah keburu kabur meninggalkan Pulau Panjang namun belum sempat mengambil karang.
Menurut Suprat, saat dirinya sedang memancing pada malam hari, ada segerombolan orang dari daerah luar Jepara mengambil karang dengan linggis.
Kejadian itu langsung dilaporkan oleh polisi. “Biasanya para pelaku bekerja berkelompok pada malam hari, menunggu kelengahan petugas. Kalau nelayan daerah sini tahu, para pencuri karang ini menghardik kami,” ungkap Suprat, nelayan dari Desa Demaan, Kecamatan Jepara.
Kerusakan karang di objek wisata itu banyak dikeluhkan para wisatawan yang mampir ke Pulau Panjang.
“Seharusnya Pemkab Jepara melindunginya dari tindakan tidak bertanggung jawab,” ucap Sutrisno (43), pengunjung dari Demak, yang kebetulan seusai melihat pemandangan dari Pulau Panjang bersama dengan keluarganya.
Beberapa waktu lalu, Kapolres Jepara AKBP Edy Suryanto melalui Kasat Polair IPTU Ngadiyo mengemukakan, pihaknya tidak segan-segan menindak tegas para perusakan karang. Patroli pun terus dilakukan jajarannya. Tidak hanya perusakan karang di Pulau Panjang tetapi segala hal yang menyangkut biota laut akan tetap mendapat tindakan tegas.
“Kami mengimbau masyarakat, jika mengetahui kejadian perusakan biota laut, mohon untuk tidak segan melaporkan kepada kami,” ucap Ngadiyo.
Selain karang yang rusak, Pulau Panjang juga kotor. Banyak sampah berceceran dan berserakan di mana-mana. Fasilitas tempat sampah yang terbatas juga menjadikan para pengunjung membuang barang seenaknya.
“Sampah-sampah itu buangan dari laut. Setelah dibersihkan pasti kembali lagi ke pulau ini. Namun, kami tetap melakukan kebersihan di area ini,” ucap Arifin, petugas karcis di Pulau Panjang. (Budi Cahyono)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: