Perajin Jepara ”Melawan” Krisis Global (1)

Menyiasati dengan Pengalihan Pangsa Pasar

Krisis keuangan global berdampak luas pada industri di Indonesia saat ini, termasuk para perajin di Jepara. Bagaimana kiat dan strategi para perajin agar bisa lolos atau paling tidak bertahan dalam bisnis mebel ini.
TIDAK hanya pemerintah Indonesia saja yang dipusingkan dengan krisis global saat ini. Sejumlah perajin di Kabupaten Jepara mengalami penurunan order hingga mencapai titik terendah 60% dari order sebelumnya. Khusus untuk pangsa Amerika dan Eropa.
Pemerintah pun telah mengeluarkan berbagai kebijakan, salah satunya memberikan insentif dan upaya untuk memperlancar usaha, baik yang berorientasi ekspor maupun pasar dalam negeri.
Teguh Raharjo, pemilik CV Nice Antique yang melakukan ekspor ke Amerika bersikap tenang menghadapi krisis yang melanda dunia ini. Kendati usahanya terancam kebangkrutan jika tidak ada langkah yang riil untuk keluar dari krisis ini. “Saya kira tidak hanya usaha mebel saya yang mengalami penurunan order, tetapi seluruh eksportir khususnya di pasar Eropa dan Amerika terkena dampaknya,” ujarnya saat ditemui di gudangnya, Selasa (21/10).
Dia bersikap tenang, karena strategi jitu sudah dia siapkan sejak tahun lalu. Menurut Teguh yang memiliki seratus karyawan lebih ini mengungkapkan, krisis ini sebenarnya bukan mulai tahun 2008, namun sejak tahun 2007 lalu. Tanda-tandanya order mulai mengalami penurunan.
“Pengalihan pasar harus kami lakukan agar <I>survive<P> di dunia permebelan. Karena dampak ini sangat mengerikan bagi pelaku industri mebel khususnya kelas menengah,” ungkap Teguh yang juga pengurus Asmindo Komda Jepara.

Bertahan Total
Teguh menambahkan, jika krisis ini tidak cepat diatasi, para perajin yang masih berkutat dengan pinjaman modal dari bank akan tidak bisa membayar utangnya, adanya pengurangan tenaga kerja, dan terjadinya kebangkrutan. “Istilahnya, para perajin saat ini hanya bisa double cover alias bertahan total,” singkatnya.
Bidikan pengalihan pangsa pasar dari Eropa atau Amerika ke pangsa pasar benua lain juga sudah dilakukan PT EPOS Modern Indonesia. Mayoritas ekspornya dilakukan ke pasar Eropa. Dalam sebulan ini tampak penurunan dari sisi order. Biasanya 10-12 kontainer per bulannya diekspor ke Eropa, tetapi tiga bulan ini hanya 6-7 kontainer dengan nilai transaksi 25.000-30.000 euro per kontainer. Itu termasuk sudah sangat bagus.
“Dampak sangat terasa. Penurunan order jelas sangat membebani kami karena kami harus bertanggung jawab kepada ratusan karyawan. Untuk strategi sepi order ini, kami sudah ada jalan keluarnya,” jelas Yuli Kusdianto HRD/General Affair Manager PT EPOS.
Strategi yang pertama dengan merumahkan karyawan tidak tetap. Namun, karyawan itu akan dipanggil kembali jika order sudah mulai membaik. Langkah kedua dengan melirik pasar lain, yakni Benua Asia sebagai alternatif dari krisis global ini.
“Kami memang ancang-ancang untuk mengeskpor ke China dan pasar Asia lainnya. Pasar Asia ini merupakan pasar yang berpotensi untuk “dijajah” mebel dari Jepara. Kami akui, industri mebel saat ini sedikit goyah khususnya Amerika dan Eropa,” ungkapnya.
Kabar tidak baik juga diterimanya, ketika pemilik PT EPOS, Egbert Pos yang berada di Belanda saat ini sepi order mebel. Biasanya, Egbert sepulang dari Belanda, karyawannya sudah siap dengan banjir order, tapi saat ini sebaliknya. “Kabar baru saja kami terima malam ini. Tidak hanya Belanda, negara Eropa juga mengalami hal yang sama, sepi order,” imbuhnya.
Tercatat, setidaknya 60-70 perusahaan sudah mengalami kebrangkutan karena tidak bisa membayar utang-utang dari usaha permebelan. Rata-rata para perajin dari skala menengah hingga atas, bisa melakukan order 5-30 kontainer. Angka itu menurun dibanding sebelumnya.
Untuk mempertahankan usaha mebel agar tidak terancam kebrangkutan, para pengusaha harus pandai-pandai mengolah otak agar tidak terjadi dampak krisis global ini. (Budi Cahyono)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: